Senin, 21 Januari 2013

Sebuah Aksesori Wajah



Ketika aku masuk ke sana
Aku melihat banyak orang yang memakainya
Sebuah benda yang dipakai untuk menghiasi wajah
Tapi sekarang mungkin sudah beralih fungsi
Lebih tepatnya lagi menutupi dan mengganti yang asli

Ketika aku masuk ke sana
Aku seperti berada di sebuah showroom
Berbagai ekspresi bisa dijumpai di sana
Mau ekspresi senang, sedih, bahagia, muram, marah, senyum
Di sana ada semua

Ketika aku masuk ke sana
Aku diminta untuk memakai
Ya..sebuah benda yang sangat tidak nyaman untuk dipakai
Apalagi jika harus setiap hari
Terutama jika sedang menghadiri sebuah acara

Ketika aku masuk ke sana
Ya..hanya ketika aku masuk ke sana
Lalu aku memutuskan untuk tidak ke sana lagi
Karena di luar sana aku yakin
Ada sebuah tempat yang tidak mengharuskan
Untuk memakai aksesoris tersebut
Dan aku pun telah lama tak mengunjungi tempat itu

I am

Senyuman Terindah



Di suatu sudut tempat aku menunggu
Menunggu hadirnya sebuah senyuman yang kian meragu
Sesaat aku tertegun melihat bayangan di sisiku
Ah..itu hanya sebuah bayangan lalu
di mana aku menanti kepastian semu
Ya..sebuah kepastian yang tak kunjung datang menyapaku

Di depanku jejak-jejak makna
Berkerumun di tempat yang selalu hampa
Tetapi di tempat itu aku masih merasa
Senyuman itu begitu indah dan mempesona
Pesona senyuman yang menampakkan sejuta aura
Mengikis sepi serta menepis lara

Sebuah senyuman di mana arti tak sekadar mempunyai arti
tetapi makna yang sangat dalam bagi hidup ini
Ya..sebuah senyuman yang bisa membuat hidup sepi menjadi berarti
Sebuah arti yang tak sekadar mempunyai arti
Makna dari hidup yang membayangi jiwa sang pemimpi
Menanti sebuah senyuman indah di sudut tempat yang masih selalu sepi




I am